Layanan Pertanahan

Berita

Tautan Luar

Monday, November 22, 2010

Cilacap Baru 23,69 Persen Bidang Tanah Yang Terdaftar

Kabupaten Cilacap yang memiliki luas 225.360 hektar lebih, terdapat 1.011.258 bidang tanah, yang tersebar di 24 kecamatan.  Dari jumlah tersebut, hingga saat ini baru sebesar 250.580 bidang tanah atau sebesar 23,69 persen yang sudah terdaftar di kantor Pertanahan.  Sedang sisanya sebesar 760.678 bidang tanah, belum terdaftar di Kantor Pertanahan Kabupaten Cilacap.

Hal tersebut dikemukakan, Wakil Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji, ketika menyerahkan sertifikat tanah Prona tahun 2009, di pendopo Kecamatan Cimanggu, kemarin.

Lebih lanjut Wabup mengatakan, sesuai Undang-undang Pokok Agraria tahun 1960, seluruh bidang tanah harus dipetakan dan didaftarkan oleh Pemerintah. Namun karena keterbatasan anggaran dan prasarana yang ada, maka diharapkan masyarakat pemilik tanah ikut aktif berperan dalam mensertifikatkan tanahnya.

Menurut laporan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Cilacap, Bambang Priono, SH, pada tahun 2009, kantor yang dipimpinnya melalui anggaran APBN, mempeoleh kegiatan percepatan pelaksanaan pendaftaran tanah (prona) sebesar Rp.745.300.000,- dengan target yang disertifikatkan sejumlah 2.570 bidang tanah.  Kegiatan pensertifikatan tanah tersebut, yang tersebar di 19 desa di 6 kecamatan, hingga Nopember 2009, telah rampung 100 persen.  

Pada penyerahan sertifikat hasil Prona di Cimanggu ini, lanjut Bambang, merupakan penyerahan tahap pertama, sejumlah 872 sertifikat, yang terdiri dari 616 bidang untuk kecamatan Cimanggu dan 256 bidang untuk kecamatan Gandrungmangu.

Untuk kecamatan Cimanggu sebesar 616 bidang terbagi untuk 5 desa yakni desa Pesahangan 100 sertifikat, desa Cijati 102 sertifikat, Mandala 180 sertifikat, Kutabima 130 sertifikat dan desa Cisalak 104 sertrifikat.  Sedang 256 sertifikat di kecamatan Gandrungmangu, terbagi untuk 2 desa yakni Layansari 156 sertifikat dan Kertajaya sejumlah 100 sertifikat.

Bambang mengemukakan, permohonan sertifikat oleh masyarakat yang masuk ke Kantor Pertanahan, rata-rata  per tahun hanya mencapai 5.000 bidang. Kalau diproyeksikan dengan bidang tanah yang belum tersertifikatkan sejumlah 760.678 bidang, berarti akan dibutuhkan waktu yang sangat lama yakni 152 tahun agar seluruh bidang yang ada di Kabupaten Cilacap terdaftar.

Oleh karena itu, dalam rangka percepatan pelaksanaan pendaftaran tanah, baik Pemerintah Pusat maupun Daerah menempuh berbagai kebijakan pembangunan pertanahan seperti, kegiatan Prona, P4T, PPAN, Sertifikat massal swadaya dan pelayanan sertifikat tanah dengan sistem jemput bola untuk menjangkau masyarakat dengan fasilitas Layanan Rakyat untuk Sertifikat Tanah/Larasita.

Sumber berita:http://www.jatengprov.go.id/?mid=wartadaera&document_srl=2663&page=66


Admin